Momen Idul Fitri 1444 H, Warga PIK Purwokerto Gelar Halal Bihalal dengan Tema 'Guyub Rukun Ora Kudu Pada'


Jum'at 28 April 2023, warga RW XI PIK (Puri Indah Karangklesem) Purwokerto mengadakan gelaran acara halal bihalal Idul Fitri 1444 H yang bertempat di balai kelurahan Karangklesem, Purwokerto Selatan.

Bapak Parlan, selaku ketua RW XI sekaligus ketua panitia acara menjelaskan bahwa acara yang digelar di momen lebaran ini bertujuan untuk menyambung tali silaturahmi antar sesama warga PIK Purwokerto yang majemuk dan beragam, baik dari ras, suku, dan agama. Namun dengan perbedaan tersebut, diharapkan agar kerukunan dan semangat persatuan serta gotong royong antar warga dapat senantiasa terjalin dengan erat dan kuat, serta saling menghormati perbedaan yang ada.

Acara halal bihalal ini dihadiri oleh segala elemen dan tokoh masyarakat mulai dari ketua RT dan pengurusnya, anggota PKK, ustadz dan pengurus ta'mir masjid hingga kepala kelurahan Karangklesem Purwokerto. 

Selain acara formal, pada acara halal bihalal ini juga diisi dengan acara makan soto bersama sebagai upaya untuk menghangatkan dan mengakrabkan suasana. Seperti yang kita tahu bahwa soto atau dalam bahasa Banyumasan sering kita sebut dengan istilah sroto merupakan salah satu kuliner khas Banyumas yang mengandung filosofi yang sangat dalam, dimana komposisi soto itu sendiri terdiri dari beberapa bahan yang beragam dan berbeda sifat, seperti bihun, ayam, atau daging, kerupuk, daun bawang, dan bahan pelengkap lainnya yang disajikan dalam satu mangkok dan disiram dengan kuah soto hingga menjadi makanan yang nikmat dan hangat untuk disantap. Jika kita mau mengambil hikmah dari filosofi soto tersebut, bahwa dalam satu wadah masyarakat, tentunya memiliki berbagai macam perbedaan baik dari sifat maupun karakter. Namun dari perbedaan itulah kita justru kita harus dapat bersatu agar tercipta suasana kerukunan yang hangat di tengah kehidupan bermasyarakat.

Puncak acara diisi oleh ceramah dari H. drs. Ahmad Kifni yang menyampaikan pesan-pesan menarik dan bermanfaat untuk menjaga kerukunan dan merawat kebhinekaan antar sesama warga dan antar umat beragama. Acara ditutup dengan saling bersalaman antar warga PIK sebagai bentuk simbolis saling maaf-memaafkan karena tanpa disadari dalam hidup bermasyarakat pastinya memiliki banyak kesalahan dan kekhilafan yang disengaja maupun tidak. Untuk itu semua warga berharap semua kesalahan dapat dimaafkan, dan semua dosa-dosa diampuni sehingga semua bisa kembali menjadi suci di hari yang fitri.











Dokumentasi & Artikel oleh : Erwin Septyawan. 2023.